Life

Life

Minggu, 04 November 2012

Niki dan Nata


Betapa enaknya bila seseorang peduli terhadap kita, selalu berpendapat atas apa yang kita lakukan. Begitupun yang dialami Niki, seorang siswi SMP yang mempunyai teman laki-laki bernama Nata yang ia anggap sebagai sahabat dekatnya.
Pada awalnya hubungan mereka ini tidak begitu lancar, seringkali Niki tidak dianggap dan dibuat kesal oleh Nata yang sangat cuek, tapi entah kenapa Niki tetap bersikeras pertemanan Nata harus tetap berlanjut. Karena Niki merasa dalam beberapa masalah hanya Nata lah yang dapat mengerti dan memberi saran yang baik untuknya, hanya Nata lah yang dapat membuatnya tenang.
Hari demi hari kominikasi terus berlanjut. Suatu hari Niki meng-sms Nata hanya sekedar ingin mengobrol atau semancam itulah niatnya. Setelah ditunggu, 5 menit, 10 menit dan bahkan beberapa jam tak ada balasan juga dari Nata. “Nata kemana sih? Kok gabales sms?” gumam Niki dalam hatinya.
Kejadian seperti ini terus saja terulang dan terulang. Kadang Niki bergumam “Apa aku lanjutkan saja pertemanan ini? Aku merasa ini semua tidak ada arti lebih untukku” Tapi…entah mengapa hati kecil Niki bisa menenangkannya dan menyuruhnya untuk tetap bersabar menghadapi ini semua.
Pagi ini Niki berangkat sekolah dengan wajah yang tak bersemangat, tak ada senyum terhias di bibirnya. Jumpalah ia dengan sahabatnya yang bernama Ana,
“kenapa Nik muka kamu kucel banget?” (menepuk pundak Niki)
“Ah, kamu ini. Aku lagi gak semangat.” kata Niki pada Ana
“Kenapa lagi? karena Nata ya?” Niki memang selalu bercerita apapun pada sahabatnya ini.
“Iya gitu deh….” ucap Niki dengan kecewa
“Tiap kamu pikir tentang kelanjutan hubungan ini, kesimpulan apa yang kamu dapat ?” tanya Ana penasaran
“Tetap sama Na, selalu malah. Hati kecil aku selalu bilang Sabar Nik, Sabar.”
“Hmm, ya sudah kalo memang begitu, kamu ikuti apa kata hati kecilmu itu.” Niki pun hanya mengangguk. Mereka pun pergi ke kelas setelah bunyi bel berdering keras.
Sedangkan di lain tempat, Nata merasa sedikit enggan dengan hubungannya dengan Niki. Ia belum terbiasa akrab dan berbagi dengan perempuan bahkan dengan Ibunya sekalipun. Sama halnya dengan Niki, Nata pun tak bersemangat hari ini, ia pergi bermain untuk melupakan sejenak kebimbangannya. Ia menghampiri temannya yang bernama Kiki yang sedang duduk di kursi bambu tidak jauh dari rumah Nata.
“Hai Ki, lagi apa? Kamu terlihat sangat sedih?” sapa Nata.
“Ini, ada yang menganggu pikiranku.” jelas Kiki.
“Ada apa? Ceritakan saja padaku, siapa tahu aku dapat membantumu.” tanya Nata.
“Jadi gini, dulu aku bersahabat dengan seorang perempuan bernama Novi. Aku menikmati persahabatan ini. Entah sudah berapa lama kami bersahabat. Sampai suatu hari, aku mengecewakannya dan ia bilang, ‘cukup, aku sudah engga tahan selalu kecewa karena kamu. Mulai sekarang lakukan apapun yang kamu mau dan jangan libatkan aku.” ucap Kiki yang lalu termenung sejenak
“Kalimat itu selalu terngiang ditelingaku jika aku melihatnya atau mengenangnya. Sekarang dia seakan tidak mengenalku ‘sahabatnya ini’. Ah ‘penyesalan memang selalu datang di akhir dan kedang terlambat untuk merubah semua itu” lanjut Kiki menyelesaikan ceritanya.
“Oh iya Nat, semenjak aku cerita kamu diam saja ada apa?” tanya Kiki penasaran
Nata sedang merenungi sikapnya pada Niki, ia tak ingin pengalaman yang dialami Kiki teralami juga olehnya. Nata pun seolah berada dalam dunianya sendiri dan tak menghiraukan panggilan temannya itu.
“NATA!” teriak Kiki mengagetkan Nata.
“Ada apa? Membuat orang kaget saja.”
“Habis kamu seperti orang tuli saja dipanggil tidak menyahut ada apa sebenarnya?”
“Apa? Tidak ada apa-apa, aku pulang duluan ya, nanti kita bertemu lagi!” Nata pun pergi meninggalkan Kiki yang heran akan sikap Nata.
Sesampainya dirumah, ia berlari menuju kamar dan menyambar hp-nya. “Ah tak ada sms dari Niki, apa mungkin ia marah?” pikirnya dalam hati. Tanpa pikir panjang ia pun meng-sms Niki.
“TING! NUNG!,” bunyi hape Niki pertanda ada sms. Begitu Niki membuka sms-nya, Niki sedikit kaget “Kenapa Nata sms duluan tumben banget.” Niki pun langsung membalas pesan singkat Nata. “BIP! BIP!,” Hp Nata bergetar, terlukis seulas senyum di wajahnya. Usaha Nata menghindari kejadian yang dialami Kiki berhasil, Niki masih menerimanya sebagai sahabat. Mereka pun semakin dekat walau terkadang muncul perselisihan karena sikap kurang dewasa keduannya.
Suatu hari, Nata bercerita bahwa ia menyukai teman sekelasnya yang bernama Widia. Niki pun berargumen bahwa Nata hanya simpatik dan tanpa hati menyukai Widia. Tapi sebenarnya ia khawatir akan kehadiran Widia yang akan mengalihkan perhatian Nata pada dirinya, perselisihan pendapat pun berlangsung sampai akhirnya Nata berkata, “kamu belum kenal aku tapi kenapa kamu sudah bisa meyimpulkan itu semua?”
Betapa sakitnya hati Niki mendengar itu semua, ia menangis di sudut kamar dan bergumam, “lalu selama ini aku dianggap sebagai apa?”
Hubungan Niki dan Nata pun merenggang, Tak ada sapa dan sms Niki untuk Nata. Sampai akhirnya Nata tidak tahan dengan sikap Niki dan mengajak Niki untuk bicara.
“Kenapa kamu bersikap seperti ini? Mengenai argumen kamu tentang rasa suka aku ke Widia? Itu salah.”
“Ok argumen aku salah, lupakan! Anggap aku tak pernah bicara apapun tentang itu semua!”
“Astaga, bukan itu maksudnya. Kamu salah paham, omongan kamu tadi menyinggung hati aku Nik.”
“Kamu pikir aku tidak tersinggung? Kamu berkata bahwa aku belum kenal kamu, lalu selama ini aku siapa buat kamu? Orang lain?”
“Kamu sahabat aku Nik, dan kamu juga adik aku. Ok aku minta maaf tapi Argumen kamu bikin pikiran aku kacau.”
“Kamu tahu? Setiap kamu kecewain aku, aku selalu berpikir untuk menjadi temanmu saja tapi hati aku bilang ‘Tetap sabar’ aku juga tidak mengerti akan keputusan hati aku.”
“Maaf Nik atas semua sikap aku tapi tolong kamu tetap jadi sahabat aku.”
Niki menghela nafas. “Aku juga minta maaf sudah berpendapat tidak wajar dan sikap tidak dewasaku, tapi kamu harus berjanji jangan lupakan aku jika kamu sudah berhasil deketin Widia. Janji?”
“Hahaha. Ternyata kamu khawatir. Tenang saja masa sahabat sendiri dilupakan, lagipula aku pikir mungkin sebaiknya tidak usah berpacaran dulu, kita kan udah kelas 9 sebentar lagi ujian, Widia juga belum tentu mau menerima aku.”
Niki pun tersenyum mendengar penuturan Nata. Persahabatan tak selamanya berjalan atas apa yang kita kehendaki, ada suka dan ada duka. Semua tergantung sikap kita untuk menghadapinya. Setelah kesalahpahaman itu berakhir, Nata dan Niki pun semakin dekat dan mencoba untuk lebih saling mengerti sebagai sahabat.

Jumat, 23 September 2011

September is too hard

I hate this month. Too much problems :( this the hardest month I ever felt. what do you feel when people who you love get hurt but you don't know what you have to do? that's so shit :| and when people who you love has Big problem. But you just don't care about it and just think about your self. OH, GOD. I'm so bad. I can't apologize my self :( I want to share my problem with him like we did on seventh grade. And I want to help him to resolve his problem too. But, I'm too afraid to text him first or to start the conversation. I want to support him. I want to be important thing of his life :( I want to enjoying this relationship just like we did.
I know I'm too bad for him and I can't be what he want. 
Wisam sorry. I swear I will never do this stupid thing again :( I will try to be what you want, what you need and try to be a perfect person for you. Even though it can't be so perfectly.
I'm so in love with you, and I don't want to live without you.

Sabtu, 17 September 2011

Wake me up when September ends :|

sebenernya banyaaaak banget hal hal yang mau gue ceritain di blog ini :( tapi nani kesannya curhat bgt dan bakalan nambah masalah. jadi nyampah aja deh copas lirik ;)

Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when September ends

like my father's come to pass
seven years has gone so fast
wake me up when September ends

here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are

as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when September ends

summer has come and passed
the innocent can never last
wake me up when September ends

ring out the bells again
like we did when spring began
wake me up when September ends

here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are

as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when September ends

Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when September ends

like my father's come to pass
twenty years has gone so fast
wake me up when September ends
wake me up when September ends
wake me up when September ends

Senin, 22 Agustus 2011

Bukber w/ Billionaire

yey, akhirnya rencana Billionaire buat buka bersama terwujud juga :D gue udah kangen banget bangetan sama 7b. Kangen Enji, Syifa, Nisrina, Nyimas, Firman, Audri, Riyan"to", abdurrohman, pokoknya semuanyaaa :( gue kangen lawakan 7b yang B- A ba B- I bi= DIAS "ADE" (bukan gue loh tapi dias ade ._.). terus yang Firman and the gank nyanyi nyanyi gitu. terus yang pas kita kompak nyolot nyolotan sama pak nur. pokoknya gue kangen semua hal tentang 7b :'''( tapi sayangnya pas bukber ini, cuman beberapa orang doang yang dateng :'(. gak papa deh yang penting gue tetep bisa kumpul sama mereka.
bukber billionaire diadain di rumah Nisrina. gue dateng kira kira jam setengah 5. Nunggu buka kita main UNO :D terus gak berapa lama syifa dateng, kita foto foto, ehe ._. terus tersirat ide dari otak gue buat beli kembang api. yaudah gue teriak aja "eh, beli kembang api eeh!" terus pada nyuekin gue gitu. sambil blg gini "apaansi yas". yaudah gue sabar -_- eeeeh, terus gak berapa lama syifa bilang "beli kembang api dong". sumpah syifa tuh rasanya pengen gue tampar masa. tapi gue masiih sabar -_-" terus kata edo, kita disuruh beli petasan tembak gitu. yaudah akhirnya gue sama syifa mau beli petasan naik motor. tiba tiba si anya maksa ikut. jadi kita naik motor bertiga .-. gue sama anya heboh sendiri, kayak gak pernah naik motor. pokoknya sepanjang jalan gue ngakak banget sama anya. ngerinya tuh syifa jadi ikutan ngakak terus jatoh deh motornya ._. untungnya dia gak ngakak *ngelus dada*. pas sampe disana, ternyata petasannya mahal aja. cuman dikasih 50rb sama edo. jadi kita belinya petasan kecil yg murah sm kembang api -_-
ternyata kata edo, gue sama syifa dan anya salah beli. akhirnya edo juga yang beli petasannya. tapi abis itu tbtb dia balik lagi. dia gak tau tempat yg jual petasan dimana. terus akhirnya dia pergi sama syipong naik motor buat beli petasan :3 singkat cerita.. petasan dateng :D pertama kita mainin kembang api. niatnya mau ngebentuk huruf gitu, tapi gak bisa -_- abis itu, kita mainin petasan yg murahnya itu. menurut gue agak seru, tapi asepnya itu loh :| and the last petasan tembak. gue baru tau kalau petasan tembak itu, yang meluncur terus "jedar" ada bentuk bunganya. gue pikir yg buat tembak tembakan, aha -_- itu keren aja. syifa berusaha foto petasannya itu tapi gak ada satupun foto yang berhasil ._. petasan tembaknya abis. I want more, we want more. jadi Edo beli lagi petasannya. ada 2 petasan. pas petasan pertama syifa masih belom berhasil juga. akhirnya gue dengan soknya blg "sini gue aja yg fotoin". pas petasan kedua meluncur, gue masih blm ngebuka tutup lensa. panik. lgsg gue buka. pas gue buka mau foto, ternyata slr nya blm nyala. Panik banget. tapi begonya gue gak mencet tombol on malah berusaha ngedapetin fotonya. gue panik teriak teriak manggil syifa. pas syifa dateng, slr nyala, petasan abis -__-
gak kerasa udah sampe jam 8, semuanya pulang. gue pulang terakhir. gue gak nyesel ikut bukber bareng Billionaire :) gue gak akan pernah bisa ngelupain Billionaire :) love u all guys
UNO time!

nunnggu buka

BUKA :D

....

buka w/ Billionaire

here we are :)

kembang api!

BIllionaire :)

petasan murah -_-

petasan tembak :D

Selasa, 16 Agustus 2011

Freaky SIXTEEN

hari ini tanggal 16 Agustus. Sehari sebelum "Independence day". Gue benci hari ini :(. Sixteen itu bikin gue kicep, freak, "madesu", daaan cengo -__- bisa dibilang gue sangat sangat sial. udah jatuh ketimpa tangga pula, terus gue lupa ingatan ._. :( sedih :'( (jangan sampe ._.)
kesialan gue berawal dari "dompet". pas itu gue kira dompet gue ketinggalan di laci meja kelas 8b. gue baru nyadar sekitar sejaman dari jam masuk anak terbuka 41. Cepet cepet gue lari ke kelas bareng prila. eh dikelasnya udah ada anak terbukanya dan gak ada guru. gue izin mau ngambil barang yang ketinggalan. Daaaan -ternyata- dompet gue gak ada di laci. panik? pastilah, gue gak megang uang sama sekali, semua ada di dompet ._. terus pak sudem dateng deh. dia bantuin gue nyari dompet di laci laci dan gak ada. jadinya dia meriksa tas anak terbuka satu satu, dan gak ada. abis itu gue dengan panik, tiba tiba nge rewind hal yg udah gue lakuin, gue tbtb ngerasa udah masukkin dompet ke tas. pas gue periksa ternyata "ADA". malu? iya banget -__- terus gue disuruh sudem minta maaf ke anak tbk. sumpah ya gue malu banget ._.
hal freak kedua. Gue nunggu lat basket di penvil sendirian. tadinya gue pikir bakalan nyaman aja. tapi.. gak. sebenernya gue ngajak bela ke penvil. terus belanya udah mau dateng. Eh, pas dia mau nelfon mastiin gue di penvil atau enggak. Hape gue mati. Shit, gue panik setengah madatan -_- saat itu gue lg si solaria. tapi gue makan aja gak tenang cuy. gak nikmat :( abis dari solaria gue ke gramed beli buku. terus minta kembalian receh buat nelfon di telfon umum. pas gue udah jauh jauh dari lantai 2 ke UG naik eskalator. ternyata gue gak hafal nomer siapa siapa. muka gue udah sangat kicep ._. belom lagi gue bolak balik eskalator diliatin penjaganya gitu. turut berduka untuk dias :( alternatif terakhir gue adalah beli batre. toko Handphone itu ada di lantai 2. gue naik lagi ke atas. aha, capek fisik, capek otak, capek hati -_- pas gue udah nyampe, gue liat harganya. kicep lagi ._. yaudah alternatif paling terakhir gue langsung ke gor.
Hari ini, bokap gak bisa jemput. jadi gue pulang bareng nyokap tapi nunggu di cilandak. yaudah gue naik angkot. kesialan yang terakhir adalah gue jatoh. akhir akhir ini kayaknya keseimbangan gue gak ada. masa disenggol dikit jatoh, didorong dikit jatoh. heran ._. dan sekarang gak ada yang nyenggol, gak ada yang dorong. gue jatoh sendiri -_- gue jatoh pas turun dari angkot. itu sangat tidak lucu -_- ceritanya gini. *destri turun* *gue turun* *gue jatoh sendiri* Destri: "jangan bercanda dah yas" Dias: "aa, gak lucu aa" *salting* Wisam & Shifa: *di dalem angkot* *ngeliat heran* -angkotnya jalan- maluuuu, gue yakin yang ngeliat gue jatoh pasti ketawa :( aaaaaaa, gue sebel sama tanggal 16 :( freak banget. mungkin bagi lo biasa aja, tapi gue yang ngalamin. nyesek :''(
P.S: maaf curhat ._. :)

Sabtu, 16 Juli 2011

Banduuung with 51

tanggal 23 juni, 41 ngadain widyawisata keee BANDUNG \^^/ seneng sih lumayan, tapi kita gak nginep :(( uu, sedih :'( padahal kalau nginep pasti seru parah. tapi gak nginep juga udah seru kok. pas widyawisata ini gue dapet bis 1 B) di bis 1 ada anak Billionaire dan beberapa cowok dari 7a. Pembimbingnya bu zur, pak parno, abi, daan pak OMAN. kita pake tour guide loh. *tumben 41 baik -_-* candaa :D
tujuan pertama pastinya ke museum geologi. Sebenernya kalau jalan jalan gini yg bikin seru itu di perjalanannya. Di jalan bis 1 nyanyi nyayi karaokean gitu. Pokoknya seru lah, tapi lagunya lawak lawak -__- singkat cerita..
sampe di museum geologi, kita dapet lks gitu. Udah males aja sih sebenernya, tapi emang dasarnya anak 41. Mau gak mau lks nya harus dikerjain. Di sini lebih ke pelajaran gitu, jadi kurang seru.
kunjungan kedua kita ke Saung Angklung Udjo. tapi sebelum kesana kita makan siang dulu di rumah makan yg gak jauh dari museum geologi. Terus, kita langsung menuju Saung Angklung Udjo :D disana seru banget banget. kita nyaksiin pertunjukkan wayang yang agak jayus, ada pertunjukkan angklungnya juga, terus ada tarian tarian gitu. semuanya berbudaya sunda. daaan. semuanya itu seru. Apalagi disana ada cogan, dan yang pertama kali ngeliat adalah GUE ._. cogan nya itu pake baju hijau, dan dia senyum ke GUE ._. cogan itu senyum ke gue lebih dari satu kali. aaaa :3 -_- selain ada cogan, ada 2 anak imuuut banget :3 yang satu masih kecil banget, dan yg satu lagi udah agak gede. suarangnya cempreng aja kayak madatan. awalnya gue kira dia autis*jahat* tapi ternyata enggak -_-
kunjungan selanjutnya ke ciater. diperjalanannya lumayan jauh dan lama sekitar 2 jam. yaudah dijalan gue nyanyi nyanyi lagi dengan suara pas pasan *-_- tapi yg lainnya kayaknya udah kecapekan gitu, gue juga udah capek sih. jadi nyanyi lagu galau gitu sm syifa. terus wisam main gitar :) singkat cerita..
arrived in Ciater ^^ disini juga lumayan seru, tapi kita cuman dikasih waktu sejam disini :( jadinya gue dan teman teman *ea memutuskan untuk tidak bermain air. disini gue malah main ke rumah hantu. Sebenernya rumah hantu itu gak ada nakut nakutinnya sama sekali. tapi guenya teriak paling kenceng, pokoknya gue bisa dibilang paling lebay -_- tapi gak serem sebenernya ._. abis main ke rumah hantu, kita nemu ayunan. haha, langsung pada nyerbu deh. ayunannya ada banyak. kita main lomba ayunan gitu, seru lah pokoknya. yang paling tinggi armand sama anya. haha, emang merekanya tinggi. kalau gue sebenernya udah tinggi juga ngayunnya, tapi.. gue kuntet :'(
semua disuruh balik ke bus. busnya itu diparkir jauuuuh banget dari ciaternya. yaampun, capek banget gak sih -_- berat gue langsung turuun, hh. abis dari ciater, kita makan malem dulu di rumah makan apa gitu namanya. katanya disitu ada yang liat penampakan o_O pas udah kenyang kita bergegas pulaaang :D
balik ke jakarta, tapi guenya tidur ._. gak sih pas udah mau sampe rest area gue sempet bangun, buang air, terus beli minum *abis dibuang diisi lagi* -_-
arrived in Jegardah. akhirnya sampe juga, widyawisata yg cukup seru lah. tapi gue pengen lebih lama lagi sama temen temen :(
some picture:
sumber photo from: facebook (syifa alifah fauziah II, smp empatsatu, mutiara ramadhani) 
Museum Geologi ^^

with friends :)
tair topeng
@ saung angklung udjo
belajar angklung ^^
Lunch
pak oman tercinta :3